TANYA JAWAB GOLF INDONESIA BAGIAN 1

TANYA JAWAB GOLF INDONESIA BAGIAN 1

Untuk menjawab pertanyaan para anggota golf indonesia, saya merangkum beberapa masalah yang umum terjadi dalam 5 bagian.
Inilah pertanyaan dan pemecahan olah raga golf bag. 1

1. Apakah diizinkan untuk memberlakukan Peraturan Setempat yang cuma-cuma dari lubang divot atau lubang divot yang diperbaiki (misalnya lubang yang telah diisi pasir atau tanah campuran pupuk)?

Tidak. Salah satu ciri utama permainan golf adalah permainan ini mengetes kemampuan pemain untuk melaksanakan pilihan luas bermacam-macam pukulan di berbagai kondisi yang berbeda. Faktor keterampilan pada golf akan amat dikurangi jika pemain dapat menyingkirkan kondisi sulit tanpa dikenai penalti ketimbang dapat mengatasinya melalui pelaksanaan pukulan khusus tertentu.

Oleh karenanya, menjadi sebuah pepatah tradisional golf bahwa Anda harus memainkan bola sebagaimana letaknya dan lapangan sebagaimana adanya. Hal ini dirangkum di Per.13-1 yang menyatakan ”bola harus dimainkan sebagaimana letaknya, kecuali dinyatakan lain oleh Peraturan”. Pembebasan cuma-cuma disediakan untuk pemain jika ada gangguan oleh kondisi tanah abnormal (Per.25-1).

Bagaimanapun, sebuah bola yang letaknya di dalam lubang divot tidak termasuk kategori ini. Sebuah lubang divot sama sekali tidaklah abnormal, tetapi adalah sebagai akibat para pemain melaksanakan pukulannya dan lazim terjadi di sepanjang tahun. Di lain pihak kondisi tanah abnormal seperti air-sementara dan penyakit jamur di atas green sifatnya adalah sementara, kondisi abnormal yang membenarkan pembebasan cuma-cuma, sementara situasi tersebut sedang ada.

Ketika sebuah bola letaknya di dalam lubang divot pemain selalu mempunyai pilihan untuk menyatakan bolanya tak-dapat-dimainkan berdasarkan Per.28 jika ia tidak ingin bermain dari lubang divot.

Pada dasarnya pembebasan cuma-cuma dari lubang divot atau divot yang telah dipasang kembali dianggap terlalu murah hati dan sebagai tambahan untuk masalah divot di lapangan, karena dengan diberikannya pembebasan, pemain secara potensial bisa menciptakan divot lain saat melaksanakan pukulan.

 

2. Dapatkah seorang pemain didiskualifikasi karena tidak mencantumkan atau keliru menjumlahkan skornya atau poinnya di kartu skor?

Kompetitor hanya bertanggung jawab atas kebenaran skor yang dicatat untuk setiap hole (Per.6-6d) dan Komite bertanggung jawab atas penjumlahan skor atau poin (Per.33-5).

Jika total yang dicatat kompetitor tidak benar, hal itu merupakan tanggung jawab Komite untuk memperbaiki kesalahan itu. Tidak ada penalti untuk kompetitor yang bersangkutan (baca Decision 6-6d/2).

 

3. Apakah orang yang mengangkat bola pemain hanya satu-satunya orang yang boleh menaruh-kembali bola itu?

Tidak. Sampai dengan maksimal tiga orang berbeda boleh menaruh-kembali sebuah bola, tergantung keadaan, yaitu si pemain sendiri, partnernya, atau orang yang mengangkat bola itu. Sebagai contoh, pada four-ball match jika pemain memerintahkan kedinya untuk mengangkat bolanya, kedinya, si pemain sendiri, atau partner pemain dapat menaruhnya kembali.

Bagaimanapun, jika pemain sendiri yang mengangkat bolanya, hanya pemain atau partnernya yang boleh menaruh-kembali bola itu–lihat Per.20-3a.

 

4. Dapatkan seorang pemain di diskualifikasi karena tidak memaraf perubahan apa pun yang dilakukan pada kartu skornya?

Komite tidak diperkenankan mewajibkan perubahan yang dibuat pada kartu skor diparaf. Dengan demikian, pemain hendaknya tidak didiskualifikasi kalau ia tidak melakukannya–lihat Decision 6-6a/6.

 

5. Bolehkah seorang pemain, setelah ke depan untuk mencari bolanya, kembali ke tempat ia terakhir bermain untuk memainkan sebuah bola provisional?

Tidak. Jika pemain melakukannya maka bola kedua menjadi bola dalam permainan dan bola semula menjadi hilang (lihat Per.27-2a dan Definisi “Bola Hilang”). Ia harus memainkan sebuah bola provisional “sebelum maju ke depan untuk mencari”.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *