TANYA JAWAB GOLF INDONESIA BAGIAN 2

TANYA JAWAB GOLF iNDONESIA BAGIAN 2

TANYA JAWAB GOLF iNDONESIA BAGIAN 2

6. Bolehkah pemain mengambil pembebasan cuma-cuma dari gangguan pagar di luar-perbatasan?

Tidak. Benda-benda yang mendefinisikan di luar perbatasan, misalnya tembok, pagar, dan deretan patok dianggap kokoh dan tetap (fixed) dan karenanya bukan obstruksi.

7. Kapankah skor rekor resmi diakui sebagai “rekor lapangan”?

Istilah “rekor lapangan” tidak didefinisikan di dalam Peraturan Golf. Oleh karena itu, terpulang pada Komite yang bertanggung jawab atas pertandingan itu untuk menentukan apakah suatu skor diakui sebagai rekor lapangan.

Direkomendasikan bahwa skor rekor seyogianya hanya diakui jika dilakukan pada kompetisi stroke play individual yang hole-nya dan pemarkah tee-nya berada di posisi kejuaraan dan Peraturan Setempat “Letak yang Disukai” tidak sedang diberlakukan–lihat Decision Misc/1.

8. Bolehkah pemain berlatih di lapangan pertandingan?

Sebelum pertandingan match play pemain boleh berlatih di lapangan pertandingan, kecuali hal itu dilarang Komite–lihat catatan pada Per.7-1. Bagaimanapun, pada stroke play seorang kompetitor tidak diizinkan berlatih di lapangan pertandingan sebelum pertandingan atau mengetes permukaan putting green, kecuali hal itu diizinkan Komite.

Saat pertandingan seorang pemain tidak diizinkan memainkan pukulan latih, baik saat permainan sebuah hole maupun di antara permainan dua hole, kecuali di antara permainan dua hole pemain boleh melatih putting atau chipping di atas atau di dekat putting green dari hole terakhir kali dimainkan, di putting green praktis, atau di daerah tee dari hole berikut yang akan dimainkan, asalkan pukulan latih semacam itu tidak dimainkan dari rintangan dan tidak memperlambat permainan dengan berlebihan.

9. Dapatkah pemain secara lisan menyatakan bolanya hilang?

Pemain tidak diperkenankan menganggap sebuah bola hilang hanya semata-mata dengan pernyataan. Bukan apa yang dinyatakan si pemain yang menentukan, tetapi apa yang dilakukannya. Sebuah bola hanya dapat dianggap hilang ketika (a) bola tidak ditemukan atau diidentifikasikan sebagai bolanya oleh pemain dalam batas 5 menit setelah pihak si pemain, partnernya, atau kedi mereka memulai pencarian bola itu; (b) pemain telah memainkan pukulan apa pun dengan bola provisional dari tempat bola semula kemungkinan berada atau dari titik lebih mendekati hole daripada tempat itu; (c) pemain telah menempatkan sebuah bola ke dalam permainan berdasarkan penalti pukulan dan jarak (Per.27-1a); (d) pemain telah menempatkan sebuah bola ke dalam permainan berdasarkan Peraturan “jelas diketahui” atau ”hampir dapat dipastikan” mana pun, misalnya bola yang tidak ditemukan di dalam obstruksi (Per.24-3); atau (e) pemain telah melakukan pukulan atas sebuah bola pengganti.

10. Haruskah posisi sebuah bola dimarkah ketika mengambil drop dari suatu obstruksi permanen, suatu kondisi tanah abnormal, atau bola dianggap tak-dapat-dimainkan (yaitu berdasarkan Per.24, 25, atau 28)?

Tidak perlu memarkah posisi sebuah bola ketika mengambil pembebasan dari suatu obstruksi-permanen, suatu kondisi tanah abnormal, atau dari letak tak-dapat-dimainkan, tetapi akan dianggap kebiasaan yang baik untuk melakukannya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *