TANYA JAWAB GOLF INDONESIA BAGIAN 4

TANYA JAWAB GOLF iNDONESIA BAGIAN 4

TANYA JAWAB GOLF iNDONESIA BAGIAN 4

16. Bagaimanakah kesamaan skor (a tie) pada stroke play diputuskan?

Tergantung Komite untuk menentukan cara memutuskan kesamaan skor dan Komite hendaknya mengumumkan prosedurnya terlebih dahulu. The R&A merekomendasikan yang berikut: (1) Pada kejadian kesamaan skor pada pertandingan stroke play scratch (skor gros, tanpa memakai handicap), disarankan dilakukan dengan play-off 18 hole.

Jika hal ini tidak memungkinkan, play-off hole demi hole disarankan. (2) Pada stroke play memakai handicap (skor net), play-off melalui 18 hole memakai handicap disarankan. Jika play-off yang lebih pendek diperlukan, persentase dari 18 hole hendaknya diaplikasikan pada handicap pemain untuk menentukan handicap play-off-nya.

Disarankan mengatur persentase jumlah hole yang akan menghasilkan angka bulat handicap. (3) Baik pada pertandingan stroke play scratch maupun yang memakai handicap, jika jenis play-off apa pun tidak memungkinkan, direkomendasikan membandingkan kartu skor. Metoda membandingkan kartu skor hendaknya diumumkan sebelum pertandingan dimulai.

Metoda membandingkan kartu skor yang dapat diterima untuk menentukan pemenangnya, dengan didasari skor terbaik untuk sembilan hole terakhir. Jika skornya sama untuk sembilan hole terakhir, tentukan pemenangnya didasari enam hole terakhir, tiga hole terakhir, dan akhirnya hole ke-18.

Jika metoda semacam itu dipakai pada pertandingan stroke play memakai handicap, handicap hendaknya dikurangi setengahnya, sepertiganya, seperenamnya, dst. (4) Jika ketentuan pertandingan menetapkan bahwa kesamaan skor akan diputuskan melalui sembilan hole terakhir, enam terakhir, tiga terakhir, dan hole terakhir, ketentuan juga harus menentukan apa yang akan terjadi jika prosedur ini tidak menghasilkan pemenang (baca Lampiran 1, Bagian C, 11, dari Peraturan Golf).

 

17. Bilamanakah perangkat Peraturan Golf pertama ditulis?

Perangkat Peraturan Golf pertama kali ditulis tahun 1744 untuk Anual Challenge Silver Cup Edinburgh, dimainkan untuk the Honourable Company of Edinburgh Golfers Society of St. Andrews. Para pegolf mengadopsi peraturan ini untuk pertandingan Silver Club mereka.

 

18. Haruskah pemain mempergunakan koin kecil atau benda serupa untuk memarkah posisi bolanya sebelum mengangkat bola itu?

Catatan pada Per.20-1 menyatakan antara lain bahwa posisi bola hendaknya ditandai dengan menaruh sebuah pemarkah bola, koin kecil, atau sembarang benda kecil langsung di belakang bola itu. Ketika kata “hendaknya” dipergunakan dalam Peraturan Golf, itu maknanya hanya berupa rekomendasi semata-mata.

Kalau tidak melakukannya sesuai dengan hal itu, tidak akan mengakibatkan penalti–baca bagian dengan judul “Bagaimana Memakai Buku Peraturan Golf” pada permulaan buku Peraturan Golf. Maksudnya adalah untuk menggarisbawahi penggunaan sebuah pemarkah-bola atau benda kecil lainnya (sebuah koin misalnya) dianggap sebagai cara terbaik memarkah sebuah bola. Lihat juga Decision 20-1/16.

 

19. Bolehkah pemain meminta tiang bendera dijaga sekalipun bolanya tidak berada di atas putting green?

Ya, betul. Per.17-1 menyatakan bahwa sebelum melakukan pukulan dari mana saja di lapangan pemain boleh meminta agar tiang bendera dijaga, dicabut, atau diangkat ke atas.

 

20. Bolehkah patok yang mendefinisikan rintangan air atau rintangan air menyamping dicabut?

Patok rintangan air adalah suatu obstruksi–lihat Definisi “Obstruksi”. Dengan demikian, jika patok yang demikian dapat dicabut, patok itu boleh disingkirkan tanpa penalti sesuai Per.24-1. Seorang pemain boleh menyingkirkan obstruksi-lepas di mana saja di lapangan, tidak peduli letak bolanya di rintangan air ataupun tidak.

 

21. Bolehkah saya memakai bola “x-out”, “diperbaharui”, “praktis”, untuk dipakai bermain pada sebuah ronde golf?

“X-out” adalah nama untuk bola golf yang umumnya dipakai oleh manufaktur yang menganggap bola itu tidak sempurna (umumnya hanya untuk alasan estetis semata-mata; sebagai contoh, ketidaksempurnaan pencetakan atau pengecatan) dan karenanya menghilangkan nama merknya.

Sebuah bola yang “dicat-ulang” (refinished) adalah bola bekas yang telah dibersihkan dan dicap sebagai “diperbaharui” (refurbished).

Jika tidak ada bukti yang kuat yang mengindikasikan bahwa sebuah bola x-out atau yang “diperbaharui” tidak memenuhi syarat Peraturan, pemain diizinkan untuk memakai bola demikian. Bagaimanapun, pada pertandingan yang Komitenya mengadopsi ketentuan bahwa bola yang dipakai pemain harus tercantum di List of Conforming Golf Balls (lihat catatan pada Per.5-1), bola semacam itu tidak boleh dipakai, meski bola bersangkutan (tanpa cap “x” nya atau tanpa “refurbished”) kenyataannya tercantum dalam daftar.

Pada kebanyakan kasus umumnya bola “praktis” sesungguhnya hanya bola golf yang memenuhi syarat yang dicap “PRAKTIS” (sebagai contoh, serupa dengan bola golf memakai logo klub). Bola demikian boleh dipakai, sekalipun Komite mengadopsi ketentuan bahwa bola yang dipergunakan pemain harus tercantum pada List of Conforming Golf Balls.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *